Sunday, March 9, 2014

MATA KULIAH PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

No Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah SKS Nilai SKS x Nilai
1 B41C801  PPL  6   A   24  
2 B41C802  SKRIPSI  3     24  
3 B41C101  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  3   A   12  
4 B41C106  BAHASA INDONESIA  3   A   12  
5 B41C107  KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA  2   A   8  
6 B41C108  MATEMATIKA TEKNIK I  2   B   6  
7 B41C109  FISIKA TEKNIK I  2   A   8  
8 B41C110  KIMIA TEKNIK  2   A   8  
9 B41C111  THERMODINAMIKA  2   A   8  
10 B41C112  GAMBAR TEKNIK I  2   A   8  
11 B41C113  MEKANIKA FLUIDA  2   B   6  
12 B41C114  ILMU BAHAN  2   A   8  
13 B41C115  FILSAFAT ILMU  2   A   8  
14 B41C201  PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN  3   B   9  
15 B41C202  BAHASA INGGRIS TEKNIK  3   B   9  
16 B41C203  MATEMATIKA TEKNIK II  2   A   8  
17 B41C204  FISIKA TEKNIK II  2   A   8  
18 B41C205  GAMBAR TEKNIK II  2   B   6  
19 B41C206  MEKANIKA TEKNIK I  2   B   6  
20 B41C207  PERPINDAHAN PANAS  2   A   8  
21 B41C208  AERODINAMIKA  2   A   8  
22 B41C209  TEKNIK PENGUKURAN  2   A   8  
23 B41C210  PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK  2   B   6  
24 B41C211  ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR  2   A   8  
25 B41C301  MEKANIKA TEKNIK II  2   B   6  
26 B41C302  BAHAN BAKAR DAN PELUMAS  2   B   6  
27 B41C303  TEKNOLOGI MEKANIK  2   B   6  
28 B41C304  ELEMEN MESIN  2   B   6  
29 B41C305  POMPA KOMPRESSOR  2   A   8  
30 B41C306  KELISTRIKAN OTOMOTIF I  2   A   8  
31 B41C307  CHASIS OTOMOTIF I  2   A   8  
32 B41C308  MOTOR BAKAR  2   B   6  
33 B41C309  TEORI BODI DAN CAT  2   A   8  
34 B41C310  APLIKASI KOMPUTER  2   A   8  
35 B41C311  PENGANTAR PENDIDIKAN  2   A   8  
36 B41C401  KELISTRIKAN OTOMOTIF II  3   B   9  
37 B41C402  MOTOR BENSIN  3   C   6  
38 B41C403  TEKNOLOGI PENGELASAN  3   A   12  
39 B41C404  TEKNIK SEPEDA MOTOR  3   B   9  
40 B41C405  MANAJEMEN BENGKEL  2   B   6  
41 B41C406  PROFESI KEPENDIDIKAN  3   A   12  
42 B41C407  MEDIA PEMBELAJARAN  2   C   4  
43 B41C408  EVALUASI PEMBELAJARAN  2   A   8  
44 B41C501  KEWIRAUSAHAAN  2   A   8  
45 B41C502  CHASIS OTOMOTIF II  3   B   9  
46 B41C503  MOTOR DIESEL  3   B   9  
47 B41C504  PENGUJIAN PERFORMANSI MESIN  2   A   8  
48 B41C507  BELAJAR DAN PEMBELAJARAN  3   A   12  
49 B41C508  METODOLOGI PENELITIAN  2   A   8  
50 B41C509  STRATEGI PEMBELAJARAN  2   B   6  
51 B41C601  PEMINDAH TENAGA  3   B   9  
52 B41C602  TEKNOLOGI PENGECATAN  3   B   9  
53 B41C603  DIAGNOSA DAN PERBAIKAN KENDARAAN  2   A   8  
54 B41C606  KERJA MESIN  2   A   8  
55 B41C607  STATISTIKA  2     8  
56 B41C608  PERENCANAAN PEMBELAJARAN KEJURUAN  2   A   8  
57 B41C609  TUNE UP MOTOR BENSIN  2   B   6  
58 B41C610  TUNE UP MOTOR DIESEL  2   A   8  
59 B41C701  SEMINAR PENELITIAN  1   A   4  
60 B41C703  PENGETAHUAN ALAT BERAT  2   A   8  
61 B41C706  PRAKTEK INDUSTRI  3     8  
62 B41C707  KKN  3   A   12  
63 B41C708  OVERHAUL POMPA INJEKSI  2   A   8  
64 B41C709  SISTEM EFI  2   C   4  
65 B41C710  SISTEM KOPLING DAN TRANSMISI  2   B   6  
      142   502
Nama : HASRI Register : 092214019
Dengan Judul Skripsi : :
INDEKS PRESTASI = JUMLAH SKS X NILAI
JUMLAH SKS
= 502
142
= 3.54
Yusidium : "Dengan Pujian"

































































Mobil Listrik


Selama ini mobil listrik dan hibrida plug-in yang diperkenalkan umumnya menggunakan baterai lithium-ion (li-ion). Kini, dua perusahaan dari Jepang, FDK Corp dan Takayanagi Co Ltd, bekerja sama memperkenalkan mobil listrik dengan sumber tenaga kapasitor.
Menurut technon.nikkeibp.co.jp, prototipe mobil listrik yang mengandalkan kapasitor tersebut saat ini sedang dipamerkan pada Automotive Next Industry Fair 2011 yang berlangsung pada 15-17 Juni di Tokyo.
Ditambahkan, jarak tempuh kendaraan listrik yang menggunakan kapasitor itu hanya 5 km. Kendati demikian, waktu pengisian hanya 1 menit dan diharapkan sudah bisa dirilis pada 2012.
“Dengan kemampuan seperti itu, kami berharap mobil ini hanya digunakan untuk berbelanja ke toko yang berada di sekitar kompleks perumahan. Di toko tersebut pula, kapasitor bisa diisi ulang. Setelah itu, pemiliknya langsung pulang,” beber Takayanagi.
Mobil listrik kapasitor li-ion ini menggunakan 8 modul kapasitor li-ion berkapasitas 36Wh (total 290 Wh). Dua modul kapasitor dipasang di depan, sedangkan enam lagi di belakang. Tegangan setiap modul 45 volt, yang diperoleh dengan menghubungkan empat kapasitor secara seri dan kemudian diparalelkan. Total tegangan menjadi 90 volt.
Dengan menggunakan kapasitor, bobot mobil ini jauh lebih ringan, hanya 260 kg. Itu pun sudah termasuk 40 baterai. Selanjutnya, untuk menggerakkan kedua roda belakang, digunakan dua motor listrik buatan Advance DC Inc yang menyalurkan tenaga 1,75 kW dan dapat dikebut hingga 80 km/jam.

Rekayasa Mesin Rotary


Sejarah permobilan mencatat bahwa salah satu penemuan terbaik di sektor pembangkit daya adalah mesin rotary yang dibuat oleh Felix Wankel. Mesin ini terbilang unik, karena pistonnya merangkap sebagai ruang bakar dan memiliki gerak berputar (berotasi), bukan seperti mesin lainnya yang lazim bergerak vertikal ataupun horisontal. Awalnya, mesin rotary dipasang pada pesawat tempur Jerman di era ‘50-an. Baru kemudian, teknologi ini dilirik produsen otomotif, seperti GM, Mercedes-Benz, Rolls-Royce, dan Mazda.
Namun, di antara para manufaktur tersebut, di tangan Mazda-lah lompatan terbesar teknologi mesin rotary terjadi. Melalui Mazda Cosmo Concept, di ajang Tokyo Motor Show 1963, mesin ini menyihir publik karena meski berkapasitas kecil, tenaga dan torsinya cukup besar. Tradisi itu  berlanjut hingga kini, di mana mesin rotary adalah jantung pacu wajib untuk mobil sport Mazda RX-series.
Seiring rumor akan hadirnya RX-7 anyar dan RX-8 terbaru di 2010, Mazda terlebih dahulu menggulirkan sumber tenaganya. Mesin ini merupakan generasi anyar jantung pacu berkode 16X, yang diklaim lebih bertenaga dan lebih irit, berkat adanya perubahan desain dan penyematan teknologi baru.
Tahun 2009 ini pun selubung misteri RENESIS (akronim darai Rotary Engine GENESIS) terbaru  mulai tersingkap. Ubahan pertama dapat dilihat dari disematkannya teknologi khas Mazda, DISI (Direct Injection Spark Ignition). Pada dasarnya, sistem injeksi ini akan mencampur terlebih dahulu udara dan bensin, sebelum disuntikkan ke ruang bakar. Tujuannya, agar torsi tetap terjaga di segala putaran. Walhasil, karena torsi yang dihasilkan konstan, mobil pun akan berakselerasi lebih cepat.
Ubahan berlanjut dengan penggunaan dua busi tiap silinder. Selain itu, jarak antar busi dan jarak busi ke ruang bakar juga diubah. Cara ini dilakukan agar pembakaran stabil. Sebagaimana diketahui, piston pada mesin rotary juga berfungsi sebagai ruang bakar. Kondisi ini mengakibatkan besar kemungkinan terjadi ketidaksempurnaan pembakaran saat putaran tinggi, karena piston bergerak terlalu cepat dan waktu percikan api busi tidak tepat. Lalu, untuk mengeliminasi overlap (bentroknya arus masuk BBM dengan aliran keluar sisa pembakaran), dimensi piston dan cangkangnya diperbesar.
Isu tentang mesin rotary yang boros oli mesin juga dapat diatasi dengan mengubah dan memperbesar jalur pelumasan. Penggunaan oli lebih efisien karena dapat menjangkau area yang lebih luas ketimbang cara lama, di mana oli mesin berkumpul di satu dua titik pelumasan. Dari perubahan yang ada, bisa dipastikan terjadi kenaikan kapasitas mesin. Diperkirakan, mesin baru ini hadir dalam konfigurasi twin rotor, 800 cc x 2 (sebelumnya 654 cc x 2), dengan bahan bakar lebih hemat 20% dan menghembuskan tenaga hingga 270 hp (dari sebelumnya 260 hp).

Siklus dari sebuah mesin rotary.
Perhatikan bahwa masing-masing empat stroke diwakili oleh sisi persegi dan bahwa Top Dead Center (TDC) dan Bottom Dead Center (BDC), ruang volume maksimum dan minimum, berada di sudut. rotor berputar di satu maju tingkat ketiga poros eksentrik dan dibutuhkan 270 derajat putaran poros eksentrik antara TDC dan BDC, dan sebaliknya, yang lebih dari 90 derajat tingkat stroke 180 dari mesin piston konvensional.
Meskipun  berkonsentrasi hanya pada satu ruang kerja , demi kejelasan, perlu diketahui bahwa setiap ruang melakukan siklus sendiri, 120 derajat keluar dari fase dengan tetangganya. Dengan cara ini, tiga kamar berkontribusi pada produksi satu stroke daya per rotor per putaran dari poros eksentrik, yang menghasilkan dua kali kapasitas mesin piston perpindahan nilai identik.
Memvisualisasikan volume ruang kerja tidak semudah melakukannya untuk bagian-bagian mesin yang solid. Animasi mesin, di bawah ini, akan membantu Anda melihat ruangan sebagai volume dinamis mengubah yang bergerak di dalam mesin karena bekerja melalui siklus. Sekarang, bayangkan urutan ini terjadi secara bersamaan, 120 derajat keluar dari fase, pada ketiga tampilan  rotor.

Intake

Udara / campuran bahan bakar memasuki silinder melalui intake manifold; gerakan rotor pasukan ke ruang berikutnya.

intake manifold

Bagian-bagian di mana udara / campuran bahan bakar memasuki silinder.

Power

Ketika tingkat kompresi tercapai, busi menghasilkan bunga api yang memicu udara / campuran bahan bakar

Rotor

Segitiga piston balik sebuah poros eksentris sekitar dan mengirimkan sebuah gerak rotasi secara langsung dengan crankshaft

Exhaust

Dalam bagian ini sebelum manifold knalpot, gas terbakar dikeluarkan oleh rotor.

Compression

putaran Rotor itu mengurangi volume pada ruang dan memampatkan campuran.

Exhaust Manifold

Melalui pipa gas yang terbakar dikeluarkan dari silinder.

Mobil Tanpa Supir


Inilah cerita terbaru dari riset mobil yang dijalankan tanpa pengemudi  langsung oleh tim AutoNOMOS dari Freie Universität Berlin’s, Jerman.Tim ini sejak 2006  sedang melakukan penelitian, mengembangkan sistem dengan target, nanti mobil tidak lagi memerlukan pengemudi alias mobil jalan sendiri.
Sebenarnya Oktober lalu, tim dari universitas ini juga melakukan percobaan yang sama. Namun waktu itu dengan menggunakan VW Passat sebagai taksi yang diperintahkan oleh penumpang melalui pikiran. Riset merupakan bagian dari program “MadeInGermany”.
Khusus untuk taksi digunakan perlengkapan tambahan yaitu, GPS, kamera video, pemindai lanser di dalam mobil dan radar untuk menuntun jalan mobil mobil secara otomatis. Selanjutnya perintah dilakukan melalui iPad.

Brain Power
Nah, kali ini, tim tersebut masih menggunakan VW Passat Variant 3c yang dimodifikasi.  Sebagai alat penghubung antara otak manusia dan sistem kontrol pada mobil, tim  sistem koneksi (interface) buatan Emotiv, yaitu EOPC. Program ini disebut  oleh tim –  pimpinan profesor Raul Rojas  - sebagai aplikasi “BrainDriver” . Tujuan menguji proyek yang disebut “Brain Power”.
Tim menggunakan sinyal biolektrik yang dipasang di kepala “pengemudi” melalui 16 sensor electroencephagraphy (EEG),  neuroheadset yang  mencatat aktivitas otak.  EEG dibuat oleh perusahaan Emotiv dari San-Francisco, untuk permaian elektronik dengan perintah otak.
Setelah duduk di belakang setir, pengemudi melakukan beberapa kali “latihan mental”, belajar menggerakan obyek virtual dengan pikiran. Setiap gerakan dihubungkan ke bentuk aktivitas otak yang berbeda dengan perintah belok kiri, belok kanan, tancap gas dan sebagainya. Periset kemudian memasukkan perintah ini ke WVPassat yang dilengkapi dengan komputer perintah drive by wire.
Pada tes pertama, mobil  berjalan sendiri menuju ke persimpangan. Pada titik tertentu, manusia yang berada di dalamnya cukup menggunakan pikiran untuk memerintahkan berbelok. Sedangkan pada tes kedua – dilakukan di bandara lama Berlin Tempelhof – pengemudi terus-menerus mengontrol setir, pedal gas dan rem melalui pikiran. Hasilnya, masih terjadi keterlambatan antara mental dan reaksi kendaraan yang sesungguhnya.
Video riset ini sudah dipublikasikan di internet. Dikatakan,  riset “Brain Driver” baru sebatas uji-coba dan belum siap digunakan di jalan raya. Namun nantinya, jika sudah siap, akan meningkatkan kemampuan orang mengemudikan mobil, khususnya bila dilengkapi dengan sistem mengemudi sendiri.

MOBIL LISTRIK


Mobil listrik butuh sistem pendingin yang lebih canggih dibandingkan dengan mesin bensin atau diesel. Memang tidak ada pembakaran, namun panas yang ditimbulkan mobil listrik, terutama dari baterainya, bisa memperpendek usia komponen utama ini. Apalagi, baterai lithium-ion yang digunakan oleh mobil listrik, terdiri dari ratusan sel.
Contoh paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari terkait sifat baterai lithium-ion adalah, telepon genggam atau komputer tablet. Ketika digunakan dalam waktu cukup lama, bagian belakang gadget tersebut panas. Hal yang sama juga terjadi pada mobil listrik yang mengandalkan baterai sebagai sumber energinya. Jadi, efisiensi mobil listrik belum top banget karena masih ada panas yang harus dibuang.
Umur Pakai
Karena perlu perhatian khusus tersebut, Chevrolet yang sangat mengandalkan Volt sebagai mobil mobil masa depan, kini gencar memberi edukasi kepada masyarakat tentang teknologi mobil ini.   Dalam hal ini yang menjadi perhatian utama adalah baterai.
Para ahli Chevrolet pun menjelaskan problem yang dihadapi komponen mobil listrik yang  sangat vitalnya ini. Terutama suhu baterai yang terjadi akibat lingkungan dan bila digunakan.
Dijelaskan, baterai  yang digunakan pada Volt harus bekerja pada suhu yang telah ditentukan agar bisa memberikan energi kepada motor listrik secara optimal. Tepatnya, baterai tidak boleh terlalu dingin atau sebaliknya kepanasan. Di lain hal, iklim di Amerika menyebabkan suhu baterai bisa sangat rendah, terutama ketika musim dingin. Pada kondisi seperti, baterai tidak bisa menghasilkan tenaga secara maksimal. Untuk itu harus pula dipanaskan.
Nah, karena jaminan umur pakai baterai  yang diberikan hanya 8 tahun atau 160.000 km –  untuk  mencapai umur tersebut - salah satu yang harus diperhatikan adalah suhu kerjanya. “Setiap baterai mempunyai suhu kerja yang pas agar bisa menghasilkan energi secara optimal. Begitu juga dengan, kapasitas menyimpan energi dan umur pakainya. Harus sesuai dengan target  yang telah kami tentukan. Kalau terlalau dingin,  baterai susah melepaskan energi. Bila terlalu panas, umur pakainya jadi pendek,” kata Bill Wallance, Direktur General Motor untuk Global Battery System.

288 Sel
Baterai digunakan Chevrolet Volt, terdiri dari 288 sel dan dikemas dengan bentuk  huruf “T”. Kemasan ini, selain terdiri dari sel, juga dikelompokkan lagi menjadi 9 modul. Selanjutnya, paket baterai itu ditempat dalam rangka plastik. Nah, di antara celah sel terdapat pula pendingin berupa sirip dari aluminium.
Rancangan dan konstruksi pelat aluminium tersebut sangat vital. Inilah komponen pertama yang  yang melepaskan dari sel baterai atau mendistribusikan ke bagian lain.
Seluruh unit baterai yang berukuran besar dilengkapi pula dengan sirkuit pendingin sendiri. Fungsinya sama dengan sama dengan pendingin mesin bensin atau diesel namun sistem kerjanya berbeda.
Chevrolet mengunakan sirip pendingin buatan Dana Corp yang terdiri dua pelat alminium  yang disambung dengan proses nikel-perunggu. Alurnya dirancang secara cermat dan dipasang pada pelat berbentuk alur agar pendingin bisa mengalir dengan lancar. Pendingin ini juga dipaksa atau dipompa untuk mengelari ke seluruh opermukaan sel baterai.
Menurut Wallance,  untuk mengatur suhu pendingin digunakan tiga sistem berbeda. “Pertama, ketika mobil dicolokkan ke stop kontak untuk mengisi baterai  pada cuaca dingin. Untuk ini yang bekerja adalah  pemanas listrik di depan kemasan baterai bekerja. Cairan pendingin dipanas untul selanjut membuat baterai jadi lebih hangat. Pada kerja normal, pendingin dialirkan ke radiator di depan mobil, sementara pendingin dari sirkuit AC digunakan untuk melepaskan panas dari baterai bila suhunya terus naik”
Kelengkapan lainnya  dari sistem pendingin adalah 16 sensor panas (termal ). Sensor ini hanya membolehkan suhu Cuma boleh naik 2 derajat dari yang telah ditentukan.

TEKNOLOGI TERBARU OTOMOTIF


Teknologi di industri permobilan mengalami perkembangan pesat. Berbagai inovasi dihadirkan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, hingga menciptakan pengendaraan yang lebih berkualitas. Berbicara teknologi, banyak yang dimulai dari mimpi. Misalkan saja dulu tidak pernah terpikir mobil dapat parkir sendiri atau antar-kendaraan bisa ‘berkomunikasi’ untuk menghindari kecelakaan. Tapi, sekarang semuanya sudah terwujud, bahkan  hingga ke teknologi yang memungkinkan pengereman dilakukan secara otomatis, ketika berhadapan dengan kendaraan lain. Semua teknologi itu tentunya membuat mobil semakin bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
Parkir Pintar (Active Park Assist)
Lexus termasuk perusahaan yang pertama kali mengaplikasikan teknologi parkir pintar ini. Terakhir, Ford Motor Company (FMC) mengenalkan Active Park Assist yang akan diaplikasi pada Lincoln MKS sedan dan MKT crossover. Teknologi ini menggunakan sistem sensor ultrasonic dan electric power assisted steering (EPAS) untuk memposisikan secara otomatis kendaraan, dengan cara mengkalkulasi dan mengoptimalkan sudut lingkar kemudi saat melakukan parkir paralel.
Pengemudi cukup menekan tombol Active Park Assist dan mobil bisa secara cepat, mudah, dan aman memarkir kendaraan tanpa perlu menyentuh lingkar kemudi. Tampilan visual atau audio akan memberitahukan pengendara terhadap jarak dengan mobil lain, obyek, atau orang.
Pengereman Otomatis dan Pre-Crash
Volvo menghadirkan teknologi keselamatan yang disebut Collision Warning with Full Auto Brake (CWAB). Fitur terbaru ini akan mendeteksi posisi kendaraan di depan melalui radar dan sensor kamera, lalu akan memicu sistem pengereman secara otomatis, bila pengemudi tidak menyadari adanya potensi kecelakaan.
Jarak efektif dengan kendaraan lain yang bisa ditangkap radar dan kamera sekitar 150 m. Ketika jaraknya mendekat, sistem ini akan memberi peringatan kepada pengemudi. Bila pengemudi tidak merespon, maka CWAB secara otomatis akan mengerem kendaraan. XC60 juga mengaplikasi City Safety yang dilengkapi sensor laser. Sensor ini mampu memonitor berbagai obyek pada jarak lebih dari 10 meter dan apabila membaca adanya persimpangan dan kemacetan lalu-lintas di dalam kota, pesan sinyal akan disampaikan kepada komputer agar kecepatan XC60 dikurangi. Misalnya, di kecepatan di atas 15 kpj, komputer secara otomatis akan menekan rem 50% apabila terdapat kendaraan yang melaju pelan atau berhenti di depan dan tidak diketahui pengemudi.
Toyota juga memiliki teknologi yang hampir serupa dan dinamakan Front-side Pre-crash Safety System dan Pre-crash Seatback, yang dipakai Toyota Crown. Inovasi Toyota ini mampu memprediksi secara akurat skenario akan terjadinya tabrakan dengan menggunakan gelombang radar yang dipancarkan secara diagonal ke kanan dan ke kiri kendaraan. Hal ini untuk mendeteksi kendaraan yang melaju kencang dari persimpangan jalan.
Pre-Crash system juga mengendalikan banyak hal, seperti pengatur sandaran kursi dan sabuk pengaman penumpang depan dan belakang. Sistem ini juga akan menegakkan sandaran kursi agar airbag bisa memberikan perlindungan maksimal. Pre-Crash Intelligent Head restraint disiapkan untuk mengurangi risiko cidera leher akibat hentakan dari belakang.
Reduksi Emisi NOx
Mazda mencatatkan CX-7 sebagai mobil penumpang pertama di Jepang yang menggunakan Urea Selective Catalytic Reduction (SCR) untuk mesin diesel. Tujuannya jelas, Mazda ingin mengubah persepsi bahwa SUV menjadi penghasil emisi gas buang terbesar. Melalui teknologi baru ini, pembakaran mesin MZR-CD 2.2L turbo diesel yang menghasilkan sisa Nitrous Oxide (NOx) akan dibersihkan melalui penyemprotan urea cair. Penggunaan sistem ini berdampak pada konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dan menekan emisi CO2 (dari mesin bensin). Berkat teknologi SCR, CX-7 facelift bisa melenggang dengan sempurna untuk lolos dari regulasi emisi Euro5.
SCR dan urea cair ini disimpan di tempat khusus di belakang dengan tidak mengurangi ruang penumpang belakang. Untunglah mesin diesel CX-7 sudah rendah emisi sehingga tangki penyimpanan urea cair berukuran kecil. Urea cair ini merupakan zat kimia yang tidak berbahaya dan umum digunakan sebagai pelengkap pada pelembab kulit dan krim pelembut tangan.
Pengendali Pasokan Oksigen di Ruang Bakar
Selama ini pengaturan pasokan bahan bakar diatur seiring pijakan pedal akselerator, sehingga kendali pasokan oksigen diatur sesuai bukaan katup pada throttle di ujung saluran masuk atau besar kecilnya celah katup masuk. Gerakan buka-tutup katup ini memiliki durasi yang berlangsung konstan. Namun, gerakan konstan ini terkadang tidak sesuai kebutuhan mesin, karena pada saat tertentu mesin terbebani, yang membuatnya kehilangan daya optimum.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Fiat melakukan riset yang menghasilkan sebuah sistem yang dapat mengubah gerak katup dari konstan menjadi variabel atau sesuai kebutuhan. Fiat mulai memperkenalkan rancangan ini untuk pertama kalinya pada 1960 dan kini telah disempurnakan menjadi teknologi MultiAir. Prinsip kerjanya terkonsentrasi pada pergerakan katup pasokan masuk udara dalam mengatur jumlah udara ke ruang bakar. Dengan mengandalkan pergerakan piston dan camshaft yang akan mengerakan katup saat piston di posisi hisap (siklus 4-tak yang pertama), sebuah solenoid akan mengatur durasi katup masuk tersebut.
Sejauh ini, teknologi pengaturan buka-tutup katup sebenarnya telah banyak dikembangkan oleh manufaktur lain. Sebut saja, 4-valve technonolgy dari Mercedes atau VANOS (Variable Nockenwellen Steuerung) dan Valvetronic milik BMW. Dari ranah manufaktur Jepang, nama VVT-i (Variable Valve Timing) dari Toyota atau VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) kepunyaan Honda, serta MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system). Namun, kebanyakan teknologi itu memakai sistem elektronik sebagai kendali rangkaiannya, dengan menggunakan ECU terpisah serta aktuator yang disematkan pada ujung camshaft dan cara ini memiliki tingkat kerumitan cukup tinggi. Hal inilah yang lantas disederhanakan Fiat dengan memanfaatkan oli mesin.
Berkat MultiAir, tenaga puncak mobil diklaim naik sekitar 10%. Tidak hanya itu, torsi pada putaran mesin rendah meningkat hingga 15% karena udara masuk lebih banyak. Kerugian mekanis akibat gesekan antar komponen mesin (pumping loss) juga berkurang hingga 10%, diikuti turunnya output emisi CO2. Dengan cara ini pula, konsumsi BBM terpangkas 25% dibanding mesin lain dengan kapasitas dan jumlah silinder sama, dan menekan emisi gas buang karbon monoksida 40% serta nitrogen oksida 60%. Rencananya, teknologi MultiAir ini diterapkan pada mesin 16-katup 1,4 liter milik Alfa Romeo MiTo di akhir 2009.
Pelacak Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda
BMW Group Research & Technology bekerjasama dengan beberapa institut riset di Jerman mengembangkan teknologi Car-2-X Communication. Teknologi ini diciptakan untuk menghindarkan mobil dari kemungkinan menabrak pejalan kaki atau pengendara sepeda yang berjalan di sela-sela mobil-mobil yang sedang terparkir. Pencegahan terjadinya insiden kecelakaan itu didapat melalui penerimaan data dan teknologi pelacakan, termasuk kerjasama sistem sensor antara kendaraan dan transponder yang hasilnya membuat pejalan kaki bisa teridentifikasi.
Proyek yang dalam bahasa Jerman disebut ‘AMULETT’ tersebut dibiayai Kementerian Negara Ekonomi, Infrastruktur, Transportasi, dan Teknologi Jerman selama tiga tahun. Dalam mengerjakannya, BMW menggandeng berbagai pihak seperti Continental Safety Engineering International GmbH, Fraunhofer Institute for Integrated Circuits, Institute for High Frequency Engineering at Munich’s Technical University, dan ZENTEC GmbH.
Sistem Car-2-X Communication menggunakan RFID (Radio Frequency Identification) yang di masa depan akan terintegrasi dengan tas sekolah, telepon mobil, atau tongkat berjalan. Secara singkat cara kerjanya, mobil akan mengidentifikasi sinyal elektromagnet yang dipacarkan transponder pada frekuensi 2,4 GHz dan data tersebut diolah melalui tampilan visual, sehingga pengemudi mengetahui posisi pejalan kaki meskipun tidak terlihat.
Layar Terpisah (Splitview)
Mercedes-Benz memahami keinginan antara pengemudi dan penumpang depan yang berbeda dalam menikmati monitor yang terdapat pada kendaraan. Untuk itu, generasi S-class berikutnya akan memiliki fitur yang disebut Splitview Comand Display. Teknologi baru yang dibuat melalui kerjasama dengan Bosch ini menjadikan monitor pada dashboard dapat menampilkan tayangan berbeda, tergantung posisi pengemudi dan penumpang depan.
Misalnya, pengemudi menginginkan peta navigasi, sedangkan penumpang depan secara bersamaan menginginkan memutar film DVD favoritnya untuk menghilangkan kejenuhan saat berkendara, maka layar yang sama akan menampilkan dua tampilan berbeda. Layar bekerja dengan cara menyisipkan sebuah filter yang akan mengatur pixel di dalam LCD untuk menampilkan citra tertentu dari sudut pandang yang berbeda. Dengan demikian, pengemudi akan tetap berkonsentrasi terhadap navigasi agar tidak tersesat di jalan, sementara penumpang dapat menggunakan remote control untuk menikmati fasilitas hiburan dan headphone di telinganya.
Manajemen Lalu-Lintas
Sebuah cara baru untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas diperkenalkan Audi melalui sistem barunya yang disebut Travolution. Perangkat lunak yang menghabiskan dana riset sekitar 1,2 juta Euro ini memungkinkan pemilik Audi mendapatkan informasi mengenai lampu lalu-lintas: kapan hijau atau merah. Dari informasi yang didapat itu, kendaraan dapat menghitung jarak dan menjaga kecepatan menjelang lampu lalu-lintas sehingga akan mengurangi kondisi ‘start & stop’ saat menunggu lampu merah.
Proyek Travolution itu mendapat dukungan dari departemen lalu-lintas kota Ingolstadt, Jerman, karena akan mengurangi durasi berhenti kendaraan, sehingga kemacetan lalu-lintas bisa dikurangi. Sistem kerjanya, modul komunikasi yang dipasang di lampu lalu-lintas akan mengirimkan informasi pada mobil mengenai kapan lampu hijau menyala. Sedangkan sistem komputer di kendaraan akan menghitung berapa kecepatan yang harus dilakukan pengemudi agar pada saat melintas di lampu lintas yang dituju dalam keadaan ‘hijau’. Informasi divisualkan melalui menu multimedia interface di dalam kendaraan. Cara ini juga selain mengurangi frekuensi berhenti, dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang CO2.
Airbag Penumpang Belakang
Pemasangan airbag untuk pengemudi dan penumpang depan sepertinya sudah umum diterapkan manufaktur. Namun, untuk penumpang belakang, sedikit sekali yang mencurahkan perhatiannya. Untuk mengakomodir keselamatan penumpang belakang, Toyota akhirnya menciptakan rear window curtain shield airbag pertama di dunia yang diaplikasi pada mobil kecil iQ.
Airbag ini menggunakan sistem Supplemental Restraint System (SRS) untuk melindungi bagian belakang kepala penumpang baris kedua, sehingga dapat meminimalkan risiko cedera serius saat terjadinya tabrakan dari belakang. Airbag ini akan mengembang dari bagian roof lining di atas jendela belakang dan membentuk tirai pelindung. Lebih jauh lagi, Toyota menambah airbag untuk penumpang belakang yang dipasang di konsol tengah kursi belakang (rear-seat center airbag), untuk mencegah cedera serius benturan sesama penumpang.
Eco-Driving
Teknologi hybrid memang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, tetapi kemampuan itu dapat hilang bila gaya dalam mengemudi bersifat agresif. Untuk mensosialisasikan prinsip eco-driving, Honda melakukan terobosan dengan mengenalkan Ecological Drive Assist System (EDAS). Sistem ini bertujuan membantu pengemudi dalam menerapkan prinsip mengemudi eco-driving.
EDAS diaplikasi oleh mobil hybrid Insight. EDAS memiliki tiga fitur kunci dan yang pertama adalah mode ECON. Setelah menekan tombol ECON di dashboard, secara otomatis mode ini akan mengontrol kinerja mesin, fungsi transmisi (CVT), dan komponen powertrain lainnya agar lebih ekonomis. Di sini efektivitas mesin akan lebih maksimal dengan mengatur fungsi AC, memperpanjang jeda berhentinya mesin saat mobil berhenti, dan memaksimalkan kemampuan pengisian ulang baterai saat pengereman.
Fitur kedua adalah fungsi pembimbingan melalui indikator berwarna pada speedometer. Jika muncul warna hijau sebagai background, berarti Anda telah mengemudi secara efisien. Jika warna latarnya berubah biru, maka gaya mengemudi Anda membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Fitur terakhir adalah fitur penilaian. Setelah Anda berkendara, komputer akan menampilkan sebuah grafik pohon kecil di layar Multi Information Display (MID). Makin ekonomis cara mengemudi, maka makin banyak daun yang tumbuh di pohon tersebut. Terlebih bila mengemudi secara sempurna atau sangat ekonomis, maka tak hanya daun yang muncul tapi juga gambar bunga. Terakhir ketika kunci kontak dimatikan, MID akan memunculkan nilai yang dicapai pengemudi.
Mobil Anti-lapar Pertama di Dunia dari Infiniti
Teknologi  telematika pada kendaraan terus mengalami perkembangan pesat. Setelah pendeteksi kelelahan, kini telah dikembangkan sebuah fitur revolusioner yang akan mengetahui kondisi pengemudi dalam keadaan lapar. Adalah Infiniti yang memperkenalkan teknologi pertama di dunia tersebut yang tidak hanya memberi peringatan saat perut lapar, tapi juga akan menuntun pengemudi menuju restoran terdekat. Fitur bernama Gastronomi ini akan menjadi pilihan bagi pembeli saloon mewah Infiniti M yang mulai dijual September 2010 mendatang di Eropa.
Tujuan Infiniti jelas, bahwa fitur ini akan mengurangi resiko insiden membahayakan yang diakibatkan perut kosong. Gastronomi meliputi fitur-fitur terkini seperti Active Noise Control (ANS), Connectiviti dan Forest Air Climate Control (FACC). ANS terdiri dari sensor suara yang terletak di atap pengemudi untuk mendeteksi suara di dalam tubuh pengemudi seperti perut keroncongan. Bila volumenya terdengar, maka display simbol pisau dan garpu akan muncul melalui layar informasi Connectiviti yang juga telah dilengkapi sistem navigasi milik Michelin Red Guide.
Sedangkan Forest Air Climate Control berguna dalam menggantikan udara kotor dan berbau dengan menghembuskan udara segar ke dalam kabin. Fitur Gastronomi juga memiliki mode Fitness yang akan mengkalkulasi bobot ideal pengemudi berdasarkan memori pada tempat duduk. Teknologi dari brand mewah Nissan ini tercipta berkat kerjasamanya dengan Narita Office for Subsistence & Health (NOSH), Jepang. Penelitian keduanya menyebutkan perut lapar bisa menganggu konsentrasi mengemudi dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

SYSTEM KELISTRIKAN BODY PADA KENDARAAN

Sistem kelistrikanbody adalah instalasi dari berbagai rangkaian penerangan pada kendaraan. Rangkaian sistem kelistrikanbody tersebut, antara lain sistem penerangan lampu kepala, lampu kota, lampu tanda belok, lampuhazzard, lampu plat nomor, lampu rem, dan lampu mundur.
Fungsi Sistem Kelistrikan Body
Fungsi sistem kelistrikanbody adalah sebagai penerangan pada kendaraan untuk memberikan tanda-tanda kepada pengendara lain pada saat akan membelok maupun akan berhenti sehingga pengendara akan aman dari kecelakaan. selain itu, juga untuk memberikan indikator pada pengendara contoh lampu tanda belok ke kanan ataupun kiri sudah menyala, kondisi bahan bakar masih banyak atau sudah habis dan lain-lain.
Sistem Kelistrikan Body
Description: http://m-edukasi.net/online/2008/sistemkelistrikanbodi/images/line_title.png 
Bagian-Bagian Sistem KelistrikanBody
  • Lampu Kepala
    Lampu ini ditempatkan di depan kendaraan, berfungsi untuk menerangi jalan pada malam hari. Umumnya lampu kepala dilengkapi lampu jarak jauh dan jarak dekat. Nyala lampu jarak jauh dan jarak dekat dikontrol olehdimmer switch. Lampu kepala menyala bersamaan dengan lampu belakang melalui saklar tarik atau putar. Lampu kepala yang dipakai ada dua tipe, yaitu tipesealed beam dan bola lampu. JenisSealed beam banyak dipakai pada kendaraan yang kostruksinya filamen, kaca dan reflektornya menjadi satu kesatuan. Tipe bola lampu banyak digunakan sebagai lampu depan pada sepeda motor.
1.Lampu Kota
Lampu kota (lampu posisi) pada kendaraan bermotor dapat dinyalakan sendiri dan dapat juga menyala bila lampu kepala dinyalakan. Tujuannya adalah bila malam hari atau gelap, pengendara atau orang lain dapat dengan cepat mengetahui lebar atau tinggi kendaraan (untuk kendaraan jenis truk dan bus).
Karena kegunaannya untuk mengetahui lebar dan tinggi kendaraan, posisi lampu kota harus berada di bagian ujung dari bagian yang terlebar dan tertinggi dari kendaraan .
Ada beberapa lampu pada kendaraan yang dapat menyala bersama lampu kota atau posisi, di antaranya lampu penerangan papan instrumen dan lampu plat nomor bagian belakang.
Arus lampu plat nomor selalu dihubungkan dengan lampu kota sebelah kanan dengan maksud bila lampu kota sebelah kanan belakang mati atau tidak menyala, masih ada tanda yang lain tentang lebar kendaraan.

Penggunaan bola lampu dan sekring
Dalam satu unit kendaraan bermotor (mobil), pada saat lampu kota atau posisi dinyalakan, jumlah daya lampu yang diperlukan adalah:
Nama Komponen
Daya Lampu
. .4 buah bola lampu kota
. .2 buah bola lampu plat Nomor
. .2 buah bola lampu instrumen
. .4 X 8 Watt= 32 Watt
. .2 X 3 Watt= 6 Watt
. .2 X 3 Watt= 6 Watt
Sekring yang terpasang untuk lampu kota (Tail Fuse) adalah 1,5 X daya lampu (1,5 X 44 Watt = 66 Watt). Kebutuhan sekring yang ada di pasaran adalah 10 Amper, maka pemilihan sekring yang tepat adalah 10 Amper.
  • Lampu Tanda Belok
    Lampu tanda belok atau sein dan lampuhazzard adalah dua sistem tanda yang berbeda, tetapi menggunakan komponen yang sama. Sistem ini terdiri atas empat buah bola lampu berwarna kuning, yaitu
    . .1 bola lampu kiri depan
    . .1 bola lampu kiri belakang
    . .1 bola lampu kanan depan
    . .1 bola lampu kanan belakang
    Agar sistem tanda ini berfungsi dengan baik, lampu-lampu tersebut harus dapat menyala dan berkedip sempurna, yaitu selama 1 menit adalah 60 kali kedipan.
    Hal ini bisa terjadi bila arus yang masuk ke bola lampu berupa arus putus-hubung yang diperoleh dari alat pengedip (flasher).
    Bila saklar lampu tanda belok dioperasikan ke kiri atau ke kanan, lampu yang berkedip kiri saja atau kanan saja. Saklar tersebut biasanya terletak di bawah lingkar kemudi dan dirakit di batang kemudi. Bila saklar lampu hazzard dioperasikan atau difungsikan, lampu yang berkedip adalah kiri dan kanan secara bersamaan. Saklar lampu hazzard biasanya terletak di bagian batang kemudi sebelah depan.
    Perbedaan kedua sistem tersebut adalah dari fungsinya, lampu tanda belok dipergunakan bila kendaraan akan mengubah arah atau berbelok, sedangkan lampuhazzarddigunakan bila dalam keadaan bahaya. Misalnya mobil sedang menarik atau ditarik mobil lain, mobil berhenti darurat karena ada kerusakan. Oleh karena itu, lampuhazzard harus dapat dinyalakan tanpa harus menyalakan kunci kontak.

  • Lampu Rem
    Lampu rem pada kendaraan bermotor biasanya berwarna merah dan ditempatkan di bagian belakang yang menyatu dengan lampu kota atau posisi. Daya rem harus lebih besar daripada lampu posisi. Misalnya bola lampu dobel filamen dengan tulisan 8/21 w 12V berarti daya lampu kota 8 w dan lampu rem 21 W dengan tujuan pada saat lampu kota atau posisi menyala dan mobil sedang direm, akan terjadi perubahan sinar lampu terlihat menyala lebih terang.
    Lampu rem akan selalu menyala bila pedal rem diinjak karena pada saat pedal rem diinjak, tekanan tuas pedal rem cenderung ke posisi atas (tidak mengerem). 
 
  • Lampu Mundur
    Lampu mundur pada kendaraan bermotor berfungsi di samping untuk memberi tanda mundur pada kendaraan yang berada di belakangnya, juga berfungsi untuk menerangi bagian belakang mobil tersebut. Agar nyala lampu tersebut bisa dibedakan dengan lampu yang lain, warna dari lampu mundur adalah putih. Supaya dapat terlihat jelas pada jarak yang cukup jauh, daya lampu yang terpasang sebesar 23 Watt. Lampu mundur hanya dapat menyala bila mesin hidup ( kunci kontak ON ) dan gigi transmisi pada posisi mundur.
Sistem Kelistrikan Body
Komponen-Komponen Pendukung Rangkaian Sistem KelistrikanBody
  • Baterai
    Baterai berfungsi sebagai sumber arus searah DC (Dirrect Current) pada sistem kelistrikan otomotif. Umumnya baterai yang digunakan sebagai sumber tenaga pada sistem kelistrikan otomotif mempunyai tegangan 12 Volt dan kapasitasnya berkisar 4070 AH (Ampere Hour).
Baterai mempunyai 2 kutub, yaitu kutub (+) dan kutub (-).Kutub (+) diberi kode 30 dan kutub (-) atau minus diberi kode 31.
  • Kunci Kontak (Switch)
    Kelistrikan otomotif pada mobil menggunakan kunci kontak (Ignition Swtch) sebagai saklar utama yang menghubungkan semua sistem kelistrikan dengan sumber tenaga (baterai).
Kunci kontak mempunyai beberapa posisi, yaitu ;
Off : terputus dari sumber tegangan (baterai)
ACC : terhubung dengan arus baterai , tetapi hanya untuk kebutuhan accecoris
ON / IG : terhubung ke sistem pengapian (Ignition )
START : untuk start
  • Saklar 
  • Saklar di atas dapat dioperasikan dengan cara menekan dan melepas atau menarik dan melepas sehingga kontak gerak akan berpindah dari 56a ke 56b atau sebaliknya. Bila saklar tersebut mempunyai 3 posisi berhenti, pada posisi tidak ditarik (posisi 0), tidak ada kontak yang berhubungan dengan 30 (+ baterai). Bila ditarik 2 kali (posisi 2), kontak 30 (+ Baterai) akan berhubungan dengan 56 (ke saklar dim).
  • Sekring (fuse)
    Sekring adalah suatu komponen kelistrikan yang berfungsi untuk membatasi beban arus yang berlebihan. Selain itu, untuk menghindari terjadinya kerusakan pada rangkaian saat terjadi konsleting atau hubungan singkat. Dengan adanya sekring (fuse) rangkaian kelistrikan, bola lampu, kabel-kabel, relay, fleser, dan yang lainnya tidak akan rusak bila terjadi kelebihan arus atau terjadi hubungan singkat karena sekring akan putus terlebih dahulu. Jenis sekring ada bermacam-macam, baik bentuk (konstruksi) maupun jenis filamennya.
  • Pengedip (Flase)
    Pengedip (flaser) digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus secara otomatis pada rangkaian lampu tanda belok sehingga lampu akan berkedip. Jenis pengedip (flaser) ada dua, yaitu jenisbimetal dan magnet.
Relay
Relay adalah saklar elektrik yang digunakan untuk memutus dan menghubungkan arus secara elektrik. Cara kerjanya, bila dialiri arus listrik, kumparan akan menjadi magnet sehingga kontak poin tertarik dan terhubung. Ada dua jenisrelay, yaiturelay bila dialiri arus listrik kontak poin akan terhubung dan relay bila dialiri arus listrik akan terputus
.
Kabel Penghubung
Kabel adalah suatu komponen yang digunakan untuk menghubungkan komponen satu dengan komponen yang lainnya yang terbuat dari tembaga dan diberi isolasi supaya tidak terjadi konseleting. Diameter kabel terdiri atas berbagai ukuran. Penggunaan kabel berbeda-beda ukurannya, bergantung pada berapa besar arus yang mengalir. Bila arus yang mengalir besar, berarti harus menggunakan kabel yang berdiameter besar, tetapi bila arus yang mengalir kecil, cukup menggunakan kabel yang berdiameter kecil.